Premis
Bayangin kamu buka Thawiyyah malam hari, lampu kamar udah dimatiin, tinggal suara hujan di luar jendela. Baru baca 3 halaman, dada kamu udah sesak. Bukan karena sedih, tapi karena rasanya. . . _kenal_.
*Ini bukan cerita cinta yang berteriak. Ini cerita cinta yang berbisik.*
Daud Farma nulis Thawiyyah kayak dia nyolong isi hati orang yang udah nunggu 5 tahun, 7 tahun, mungkin lebih. Lewat surel-surel pendek yang kadang cuma satu paragraf, kamu bakal ngerasain gimana rasanya jatuh cinta tapi nggak boleh kelewat batas. Gimana rasanya pengen chat panjang, tapi akhirnya cuma kirim "Jaga shalat ya."
*Yang bikin kamu nggak bisa berhenti baca itu kejujurannya.*
Wiy pernah nulis di tengah malam:
_"Aku capek, Tha. Capek nunggu. Tapi kalau aku nyerah, aku takut Allah marah sama aku."_
Kamu baca itu, terus diem. Karena kamu pernah ada di posisi itu. Pernah nahan air mata pas buka chat yang kosong. Pernah doa di sujud terakhir