A Cold Goodbye

Oleh: hadi wiyono

A COLD GOODBYE

Lampu gantung di sudut kafe berayun pelan, melemparkan bayangan samar di atas meja kayu yang memisahkan aku dan Keenan. Di luar, hujan deras mengguyur kota, menciptakan tirai air yang memutus kami dari dunia luar. Suara rintik yang menghantam kaca berbaur dengan alunan musik jaz bervolume rendah. Atmosfernya begitu intim, suasananya membuatku ingin menggenggam jemari Keenan erat-erat dan membisikkan betapa aku bersyukur memilikinya.

...

Baca selengkapnya →