Namanya Hana Sejak masih remaja, satu keinginan telah tumbuh dan berakar kuat di hatinya melangkahkan kaki ke negeri Jepang. Bukan karena apa-apa, hanya karena hatinya merasa seolah-olah milik negeri itu sejak lama, Ia pun mulai belajar bahasanya dari buku-buku yang ia temukan, menuliskan huruf-huruf asing itu dengan teliti, dan melafalkannya pelan-pelan hingga terpatri di dalam hati.
Namun jalannya tak semulus harapannya.
Hidup memintanya bertahan lebih dulu, Keluarga yang membutuhkan bantuan, tubuhnya yang lemah dan mudah lelah, anemia ya...