Abadi Bersama Bayangan

Oleh: Ayesha Razeeta

“Hambali … Hambali!” teriak seseorang memanggil nama Hambali.

Ialah Hambali dengan tubuh gagah dan paras yang menawan berbalik dengan wajah kebingungan. Ia meletakkan cangkul dan segera menghampiri orang yang memanggilnya.

“Ada apa Paman,” katanya seraya mengusap wajah dengan handuk kusam di lehernya.

Pria tua dengan pakaian kotor tersebut, mengusap lengan Hambali dengan pelan. “Tuan Syamsudin memanggilmu. Pergilah!”

Masih bingung dengan situasi yang tiba-tiba, Hambali bertanya dengan sopan pada Burhan, “Paman, ada apa dengan wajahmu. Apa yang terjadi?”

Menggeleng lemah. Burhan menatap Hambali kasihan, pria tua itu sebenarnya tahu apa yang akan terjadi, tetapi tidak sanggup mengatakannya. “Pergilah Nak. Paman akan gantikan pekerjaanmu hingga kau kembali.”

Tidak menunggu lama, Hambali akhirnya m...

Baca selengkapnya →