ANGIN musim semi yang berembus semilir menerbangkan rambut panjang sebahu Mika Aihara yang tengah duduk di bawah pohon sakura di halaman luas sekolahnya. Sebuah buku tebal terjemahan berada di pangkuannya. Sementara sepasang matanya bergerak lurus horizontal membaca serentet huruf kanji yang tertulis di sana.
Tak jauh dari tempat duduknya, Nakamoto Yuta mengusak-usak rambutnya dengan kasar. Frustrasi karena tak berhasil mendekati gadis dingin itu....