"Satu-dua, satu-dua, satu-dua."
Dengan wajah tersenyum, Engkong Awi menatap Abim cucunya yang sedang main tentara-tentaraan di halaman rumah.
Abim memakai topi dari kertas koran, juga tongkat bekas gagang sapu sebagai tongkat komando.
"Kong, Abim udah gagah belum?" tanya Abim lantang.
"Cucu Engkong mah begini!" Engkong Awi mengacungkan jempol.
"Hahaha, Abim mau jadi tentara ah!" Abim bergelak tawa.
"Kemarin bilangnya mau jadi pemadam kebakaran, kok berubah lagi?"
Abim mengalihkan pandangan matanya ke arah ibunya. Ibunya keluar dari dalam rumah dengan tangan memegang gelas teh buat Engkong Awi dan sepiring pisang rebus.
"Terima kasih Tari," ucap Engkong Awi pada ibunya Abim, setelah menerima suguhan sore khusus untuknya.
Di atas meja teras kini tersaji piring pisang rebus dan gelas teh manis.
Abim yang melihat itu, berla...