ABISSO DOLCE

Oleh: KIN DOUTZEN

Kabut telah datang dari perkebunan luas keluarga Lancaster. Merayap ke dalam ruangan yang beralaskan beludru merah bersulam sutra langka itu, diantara lilin-lilin yang menyalang sendu, Elizabeth berdiri di depan cermin perak di meja rias mewah berlapis emas. Wajahnya tampak kaku dan menahan sesuatu yang teramat sesak. Karena saat ini, jemari suaminya— Arch Duke Romanov Lancester–tengah menarik tali korsetnya dengan ketat. Seolah-olah semuanya...

Baca selengkapnya →