Kalau saja hari ini Ben tidak membulatkan tekad untuk menginjakkan kaki di pesta pernikahan salah satu sahabat karibnya saat ia masih mengajar di Harvard dulu, mungkin ia tidak akan pernah mendapatkan kesempatan itu. Kesempatan yang selama ini ia cari dalam doa-doanya yang tak terucap, untuk akhirnya bisa menemukan sosok gadis itu lagi di tengah lautan manusia yang menyesaki ruangan.
Ben melangkah dengan sisa-sisa keberanian yang ia miliki. Ia sen...