Jemari mungil itu menari di atas papan ketik, menciptakan irama klik-klak yang saling beradu cepat. Baginya, suara itu terdengar seperti detak bom waktu yang memburu pendengarannya sendiri. Sesekali, ia menyeka pelipis yang mulai basah, lalu dengan gerakan kasar menyisipkan beberapa helai rambut hitam yang terus menempel di pipi chubby-nya.
Gadis itu akhirnya menyerah. Ia mengembuskan napas kasar sembari menghentakkan punggung ke sandaran kursi, m...