AIR DI TANAH GERSANG
Bagi Fara, setahun terakhir hidupnya hanyalah tentang menunggu. Sebagai anak yatim piatu yang tumbuh di bawah asuhan sederhana Pak Rahmat dan Bu Irma di sebuah desa gersang, pendidikan adalah satu-satunya jembatan untuk mengubah garis tangan.
Setiap pagi, sebelum fajar menyentuh jendela kamarnya yang lembap, jarinya sudah menari di atas layar ponsel. Membuka kotak masuk email yang masih kosong sudah menjadi ritual yang menyakitkan. Saat kepalanya mulai didera ragu, ingatan Fara kerap melayang pada masa-mas...