Akhirnya Kita Bertemu

Oleh: Fataya

Malam yang gelap, bintang yang berkelipan, menemani langkah kaki Trisya di trotoar yang sepi. Hembusan angin membuat tubuhnya kedinginan, langkahnya pelan namun pasti. Sendirian. Tak ada kendaraan yang lalu lalang. Trisya melihat ponselnya, tertera sudah menunjukkan pukul 23.45 wib, sangat larut malam bagi wanita seperti Trisya. Kalau bukan karna tuntutan pekerjaan, ia tak akan pulang selarut ini. Di jalanan desa yang sepi, para penghuni rumah telah terlelap tidur, istirahat, dan bangun untuk kembali bekerja di esok hari. Trisya melangkahkan kaki dengan pelan agar tak menganggu orang-orang yang sedang istirahat. Tepat tengah malam, Trisya tiba...

Baca selengkapnya →