Aku duduk sendiri di keheningan malam, menerawang ke luar jendela dengan pandangan kosong. Entah apa yang aku pikirkan sehingga selarut ini aku belum juga beranjak tidur. Aku melirik jam dinding di atas meja belajarku, sudah pukul sepuluh malam, dan rasa kantuk belum juga menyerangku.
"Kok belum tidur, Ran?"
Aku menoleh ke sumber suara, kulihat Raja mengintip dari pintu.
"Belum ngantuk." sahutku singkat.
"Ini sudah malam." katanya lagi, lalu melebarkan langkah memasuki kamarku dan menghampiriku yang belum juga beranjak dari depan jendela. Aku nenatapnya dengan mata berbinar dan ia langsung tersenyum melihatku.
"Ayo tidur!" Raja membungkukkan badannya, berlutut di depanku, dan mengangkat tubuhku.
Raja menggendongku sampai di kasur. Akupun hanya bisa diam sambil berpegangan di kedua b...