Setelah Mas Zaki meninggal, aku merasa lega. Kepalaku terasa ringan, seolah dinding yang menghimpitku selama ini runtuh. Sungguh perasaan yang aneh untuk seorang istri yang baru saja kehilangan suaminya.
Ini sudah hari ketujuh setelah kematiannya. Namun, sejak hari pertama pun tak setitik air mataku jatuh untuknya. Aku tidak senang, tidak juga sedih. Hampa, kosong, tetapi ringan.
Beberapa tetangga berbisik-bisik mengenai aku yang tak menangisi kema...