Alamat yang Ditulis Ulang Hujan

Oleh: Tresnaning Diah

Hari itu hujan turun sejak pagi, tipis-tipis seperti seseorang yang menangis diam-diam.

Raka duduk di depan kios kecilnya di Pasar Lama Tangerang menghitung sisa uang di laci. Tidak banyak. Terlalu sedikit untuk disebut hasil dagang.

“Kalau minggu depan masih begini, kita tutup aja, Kak.”

Suara itu datang dari Lila, adiknya, yang sedang membungkus gantungan kunci rajut. Tangannya cekatan, tapi matanya menyimpan lelah yang tidak selesai tidur.

...

Baca selengkapnya →