Alamatnya salah Han..

Oleh: h3ikeyy

Sore itu, angin menyapu tubuhku lebih kencang dari biasanya. Rambutku terhempas ke belakang, mengikuti irama yang tak pernah benar-benar tenang.

Tangan mungilku terangkat perlahan, mengusap air asin yang tanpa izin membanjiri pipiku. Langit sudah berubah menjadi Jingga, seolah berusaha menenangkan dua dunia yang diam-diam terasa berat.

Aku menatap langit itu, mendongakkan kepalaku menatapnya. Mungkin air mataku akan tertahan

Tit. Tit. Tit.

Suara klakson tiba-tiba memecah lamunanku. Aku tersentak, buru-buru menepi ke pinggir jalan.

Sebuah mobil sedan putih melaju pelan melewatiku. Namun, entah kenapa... Mataku justru tertahan pasa kursi belakang.

Di sana, ada seseorang.

Seorang laki-laki dengan tatapan yang tidak benar-benar kosong. Tapi juga tidak sepenuhnya hidup. Rambutnya sedikit berantakan, seolah ia pun baru saja melewati sesuatu yang tidak ingin ia ceritakan.

Untuk beberapa detik yang terasa lebih lama dari seharusnya, mata kami bertemu.

Aku membeku

Dan anehnya... Dia tidak langsung memalingkan wajah. Ada sesuatu di matanya. Seperti... Lelah. Atau mungkin? Tatapan kehilangan?

Angin kembali menghembus, membuat rambutku semakin berantakan. Tanpa sadar, aku mengusap pipiku lagi...

Baca selengkapnya →