Amor fati

Oleh: Maisa

Satu-satunya tentang Ibu yang masih kental di dalam ingatan, adalah saat beliau meninggalkan kami. Aku, kakak dan nenekku. Ibu pergi membawa tas besar, pagi-pagi sekali. Bahkan nenek baru saja selesai berwudhu, wajahnya masih basah saat Ibu mencium tangannya.

"Mau ke mana?" Pertanyaan nenek tak digubrisnya. Ibu malah menurunkan matanya padaku dan Kak Anna yang masih terbaring di ranjang.

"Di, kamu jagain nenek sama kakak, ya. Ibu mau pergi, nyusul ...

Baca selengkapnya →