Anak Jalanan

Oleh: Skaya

Panas terik matahari siang itu cukup membuat kepalaku terbakar. Keringat bercucuran membasahi kaos oblong yang sudah aku pakai selama tiga hari tak diganti. Tanganku refleks mengguncangkan botol yang berisi pecahan uang koin. Bersungguh-sungguh menarik minat orang-orang yang menumpangi angkot untuk memberikanku sedikit uang.

Amel bernyanyi, sementara yang Yudi memetik senar ukulele nya. Satu per satu angkot telah kami tumpangi demi meraup beberapa receh rupiah. Jumlahnya tidak banyak, hanya cukup untuk kami bertiga makan seharian.

Di po...

Baca selengkapnya →