Seorang anak laki-laki duduk di kursi khusus miliknya yang sangat nyaman dan juga empuk di balkon lantai tiga istana kediamannya. Rumah besar itu dibangun menjulang megah di antara rumah sederhana milik para tetangga. Dari balkon lantai tiga dia di sana saban sore, ketika langit menemani matahari yang akan segera beranjak meninggalkan hari.
Mata lelaki muda itu menatap segerombolan anak laki-laki lain seusianya yang sedang bermain bola di lapangan tengah kampung. Setiap sore yang cerah begitulah keseharian mereka. Begitu jua dengan dia yang hanya bisa menatap dari kejauhan pertandingan yang penuh teriakan dan juga keringat. Kadang kakinya menendang lantai saking terbawa suasana. Saat bola yang akhirnya membobol gawang anak itu berdiri di atas kursinya...