Ananta dalam Diam Kita

Oleh: Septia Arya Nugraha

Malam ini, tanpa alasan yang benar-benar jelas, aku membuka kembali percakapan kita.

Layar ponselku menyala pelan di tengah kamar yang remang. Tidak ada pesan baru. Tidak ada namamu muncul di bagian atas. Semuanya diam, seperti rumah tua yang telah lama ditinggalkan penghuninya.

Aku tidak benar-benar tahu apa yang kucari.

Mungkin hanya ingin memastikan bahwa semua ini pernah sungguh-sungguh terjadi. Bahwa engkau, dengan segala tawa dan diam yang per...

Baca selengkapnya →