Senin pagi. Hari di mana matahari bersinar dengan semangat yang tidak perlu, dan gravitasi bumi terasa dua kali lebih berat dari biasanya. Aku berdiri di lobi utama gedung kantor PT Maju Mundur. Di kakiku, tergeletak sebuah benda yang menjadi sumber kehidupan sekaligus sumber penderitaan umat manusia: Galon Air Mineral 19 Liter.
Tugasku sederhana: Bawa benda biru gembul ini ke pantry di lantai 12, karena stok air di sana sudah habis total dan Pak ...