ARCA DAN TAHINYA

Oleh: Atis Dee Jay

“Pria itu hadir dalam sunyi namun auranya menggelegar bak sound horeg. Tak tertahankan. Tinggi ramping, dengan rahang kokoh dan sepasang mata yang tajam namun teduh, ia melangkah masuk ke ruangan. Sapaannya minim, anggukan kepalanya pun tidak berlebihan. Lalu ia duduk, membetulkan arlojinya yang sedikit tertutup lengan panjang kemejanya. Pandangannya lurus ke laptop di mejanya. Mendadak ia seperti sadar akan sesuatu. Ia menoleh ke arahku dan pandangannya sontak menembus jantung hatiku.”

 Arca menghentikan tulisannya. Jemar...

Baca selengkapnya →