Hujan gerimis membasahi kaca jendela ruang pemancar tua itu, membiaskan sinar lampu kuning temaram yang menggantung di atas meja kerja. Aris menyesuaikan posisi headphone tebal di telinganya, jemarinya yang bernoda tinta memutar knop kuningan pada radio tabung raksasa buatan tahun 1970-an.
Tugas Aris sederhana, namun sepi: merekam dan mengarsipkan gelombang radio mati di pos pemantau bukit utara. Tempat ini adalah peninggalan era lampau yang hampi...