AS LONG AS IM WITH YOU

Oleh: azkia labibah

Matahari sore membias merah di atas atap deretan mansion megah yang berdiri berdampingan. Di salah satu terasnya, Aki kecil yang berusia sembilan tahun duduk termenung. Ia adalah anak yang ceria, periang, dan selalu membawa kehangatan bagi siapa saja.Dia adalah pengguna sihir dengan elemen dasar api. Kulitnya putih bersih, kontras dengan rambut hitam panjangnya yang dikuncir rapi. Namun, hari itu, mungkin suasana hatinya sedang buruk atau mungkin dia sedang mencemaskan sesuatu.

---

Aki melihat sesosok tinggi yang sepertinya sangat kurus sedang menyandera kedua orangtuanya sambil terkekeh aneh. Aki mencoba menolong orangtuanya tapi kekuatan sihirnya tidak bekerja sama sekali ia bahkan tidak bisa mengeluarkan elemen dasar. sosok itu mencoba mendekatinya, tepat saat tangan kurus itu hampir menyentuh lengannya-

Sreet-

Aki terduduk dengan napas memburu, ia hanya bermimpi, mimpi buruk mungkin.

Namun, belum selesai sampai situ, rasa takutnya menjadi semakin nyata ketika ia menyadari bahwa sosok dari mimpinya benar-benar berdiri di sudut kamar tidurnya. Pria itu bertubuh kurus tirus, berpakaian sangat biasa, dan wajahnya aneh. Aki berseru tertahan ia tidak yakin dengan apa yang sedang dilihatnya.

Pria itu tersenyum aneh kepadanya kemudian berbisik, "Jangan biarkan orang tuamu keluar hari ini, bocah. Atau kau tidak akan pernah melihat mereka lagi." kemudian dia terkekeh dengan suara yang sama anehnya sebelum kemudian menghilang tanpa jejak.

Ketakutan setengah mati, Aki kecil berlari kencang sambil menangis, dan memeluk kaki kedua orang tuanya, memohon agar mereka tetap di rumah. Namun, orang tua Aki adalah pengusaha logistik yang sukses besar dan super sibuk. Mereka tidak bisa mengabaikan pekerjaan hanya karna anaknya menangis. Mereka tetap pergi, meninggalkan Aki dalam kemurungan dan ketakutan. Sendirian.

Haru, anak laki-laki tetangga sebelah rumah yang berusia sepuluh tahun, datang berkunjung. Haru adalah anak yang tampan, pintar, dan hebat. Dia adalah anak yang iseng dan agak ketus. Dia juga adalah pengguna sihir dengan elemen dasar angin. Orang tua mereka adalah rekan kerja sekaligus petinggi di perusahaan yang sama. Rumah mereka sama-sama besar, masing-masing mempekerjakan puluhan pelayan.

Sejak kecil, Haru dan Aki selalu bermain bersama. Melihat Aki yang terus terdiam sejak pagi, Haru mencoba segala cara untuk menghiburnya, membagikan camilan, mengajaknya mengobrol, bermain bersamanya.

Namun, ketika hari menjelang sore sebuah mobil mewah merapat ke kediaman haru, itu mobil orangtuanya, tapi sesuatu terasa janggal karna aki belum melihat mobil orangtuanya mendekat, ia semakin murung.

Ibu Haru tib...

Baca selengkapnya →