Ketika hubungan kami dinyatakan berakhir, orang-orang sibuk mencari pelakunya.
"Siapa yang salah?"
"Dia selingkuh?"
"Ada orang ketiga?"
"Kalian bertengkar?"
Pertanyaan-pertanyaan itu berputar seperti lampu sorot yang hanya mengenal dua warna: hitam dan putih. Seolah setiap cinta yang mati harus ada pembunuhnya, harus ada sidik jari yang tertinggal, harus ada seseorang yang layak dipersalahkan. Aku tidak menjawab satu pun. Sebab semakin kupikirkan, hub...