AYAM-AYAM PAK LEMAN

Oleh: arunika sekar

Pagi yang cerah di Desa Semampir, Matahari naik perlahan seperti sedang mengintip kehidupan desa yang selalu tampak tenang dari kejauhan, tapi menyimpan drama kecil di setiap teras rumah. Cahaya keemasan menimpa genteng-genteng tua, menyelinap di sela daun mangga, memantul anggun di lantai teras yang disikat penuh harga diri.

Bu Tinah berdiri di pintu rumahnya dengan sapu di tangan dan wajah penuh kebanggaan, ia memandang hasil kerjanya seperti seorang seniman memandang lukisan terakhirnya. Halam...

Baca selengkapnya →