Dari ruang tengah apartemen itu, Habri dan Tresna bisa langsung melihat balkon luar kamar seberang. Tanpa perlu berpikir jauh pun, mereka tahu ada sesuatu yang kurang beres pada seorang wanita muda yang sedang berdiri tercenung di sana.
Wanita itu, berambut hitam panjang, dengan celana pendek longgar dan t-shirt berwarna abu-abu, beberapa kali mondar-mandir dari satu ujung ke ujung lainnya. Wajahnya yang cantik namun masam beberapa kali menunduk, mengamati halaman depan apartemen sekian puluh meter di bawahnya.
Habri dan Tresna, mengenakan kemeja dan blus putih dan celana serta rok hitam, lengkap dengan badge nama menempel di saku baju mereka, mengetuk pintu kamar sang gadis. Pintu dibuka. Seraut wajah manis menguarkan hawa curiga muncul di baliknya.
“Siapa ya?..