Eramis duduk di sudut bengkelnya yang kecil, jari-jarinya yang kasar membolak-balik batu kecil berwarna ungu yang baru ditemukan di tumpukan barang bekas. Batu itu memancarkan cahaya samar saat disentuh. Di sudut ruangan, sepatu-sepatu tua yang menunggu perbaikan tertumpuk rapi.
“Apa sih gunanya kamu?” gumam Eramis sambil mengamati batu itu. Dia meletakkannya di meja dan mengambil salah satu sepatu rusak. Solnya bolong, jahitannya terlepas. €..