Bayangan di Atas Atap

Oleh: Lukitokarya

Hujan turun sejak pagi ketika aku pertama kali naik ke atap rumah kontrakan itu. Aku hanya ingin memperbaiki antena yang sudah goyang sejak seminggu lalu. Tangga kayu berderit di setiap anaknya. Begitu sampai di atas, aku melihat seseorang sudah duduk di ujung atap, memegang payung kecil yang hampir robek.

Dia menoleh. Wajahnya basah, rambutnya menempel di dahi. “Maaf,” katanya pelan. “Aku kira tidak ada orang yang naik ke sini.”

Aku tidak ...

Baca selengkapnya →