Hujan turun membasahi pelataran istana selir sejak sore tadi. Suaranya menderu pelan bagai bisikan rahasia yang sengaja disembunyikan dari dunia luar. Tempat ini selalu sepi, sebuah sudut terbuang yang dilupakan oleh kemegahan Istana Kraftvoll. Dahulu aku menganggap kesunyian ini sebagai sebuah hukuman. Sebuah penghinaan bagi seorang Starksten yang seharusnya berada di garis depan medan perang atau di pusat pertahanan militer. Namun kini, di bawah langit kelabu yang menaungi bangunan pudar ini, aku menemukan sebuah ironi yang menyiksa. Kesunyian istana selir telah menjadi satu-satunya tempat di mana aku merasa benar-benar hidup.
Aku berdiri mematung di balik bayangan pilar batu di...