Bentang di Akhir Bulan

Oleh: Mus'ad Firdaus

Aku Bentang.

Karpet hijau di shaf pertama.

Ribuan dahi pernah singgah di atasku, tetapi tak satu pun mengetahui namaku. Sudah hampir 10 Ramadhan kulewati yang sebelumnya juga ada beberapa karpet yang menempati tempatku ini.

***

“Sudah tidak layak.”

Aku mendengar beberapa lelaki lansia dengan sarung dan kopiah asik bercengkrama, saat itu aku masih dalam sebuah plastik di baris belakang dengan karpet baru lainnya. Aku sendiri tidak tahu secara pasti apa yang mereka bicarakan.

Petang itu dijadwalkan sidang isbat, aku buru-buru digelar.

Sejak hari itu aku tinggal di Masjid Al Hayyul Adzim, sebuah masjid di Kampung Pulo yang nyaris tak pernah benar-benar sepi.

Aku tahu...

Baca selengkapnya →