Ia manusia biasa seperti pada umumnya. Makan, minum, dan tidur ketika malam bertandang. Beberapa orang menjulukinya sebagai sesosok manusia luar biasa. Sementara waktu berdesis bahwa ia tak memiliki apa-apa kecuali seutas senyum yang diobral percuma di jalan-jalan kampung.
Jika kau berjalan dua belas kilo meter sepanjang hari, tentu saja dahaga dan keringat bertempur menyiksamu, maka tidak dengannya, ia tidak menjadikan semua bulir keringat di ...