“Mereka siapa?”
“Aku tidak mengenali mereka sekarang.”
Sorot matanya kosong.
Dulu, suara mereka berbeda.
Tidak besar, tidak menekan. Ada tawa yang jatuh pelan di pagi hari, ada panggilan namanya yang terdengar seperti pulang. Tangan-tangan itu pernah mengangkatnya tinggi, membuat dunia tampak aman dari atas bahu mereka. Ia ingat bau sabun di baju, ingat suara piring di dapur yang tidak pernah dibanting, hanya diletakkan.
Ia ingat bagaimana mer...