Sabtu, 18 Juli 2026. Di sudut teras rumah yang mulai senyap oleh sapuan angin sore, Ibu terdiam lama. Di pangkuannya, sebuah kotak kaleng bekas wafer biskuit Khong Guan yang sudah berkarat terbuka lebar. Di dalamnya tersimpan harta karun masa remaja: puluhan guntingan artikel majalah Aneka Yess! dan Gadis, foto-foto dengan warna yang mulai menguning, serta beberapa kaset pita lama dengan sampul bergambar wajah teduh seorang perempuan muda berambut pendek.
Jemari Ibu yang mulai keriput mengusap lembut permukaan kaset bertuliskan Sandiwara Cinta. Tatapannya menerawang menembus kabut waktu, membawa jiwanya terbang kembali ke sebuah Minggu pagi yang cerah, tiga puluh satu ta...