Aku memejamkan mata, membiarkan aroma kopi dan hujan di luar jendela menyelimutiku. Di sudut ruangan, jarum jam berdetak pelan, setiap detik terasa seperti palu godam yang memukul tulang rusukku, mengingatkanku pada waktu yang terus berjalan. Waktu yang sia-sia, setidaknya dalam pandanganku.
Namaku Husna, dan aku adalah seorang wanita yang di mata banyak orang memiliki segalanya. Suami yang mencintaiku, rumah yang nyaman, dan karier yang menjanjik...