Buku dan Boneka Pikachu

Oleh: Khoirul Abidin

BONEKA TAK SALAH!

Kaubaca pesan dari dia atas komentarmu empat jam yang lalu. Bijak dan menusuk sekaligus. Sama sekali berbeda dengan cara bicaranya dua tahun silam: lembut nan manja. Mungkin dia sengaja menulis dengan huruf kapital agar kau tersadar. (Benarkah kaulah yang bersalah?)

Tadi, saat melihat story WhatsApp-nya yang memperlihatkan dirinya dan boneka Pikachu pemberianmu dulu, untuk sekian kali, kau, akhirnya, memberanikan diri menanggapi setelah dua tahun hanya saling bungkam, baik lewat telepon genggam maupun saat bertemu di kampus—demi alasan apa pun.

*

Aneh banget. Sumpah. Biasanya hanya melihat saja. Mungkinkah kamu masih peduli? Ah, sungguh tidak mungkin. Kamu, kan, lelaki paling brengsek dari semua yang kukenal. Bilang mau fokus belajar sastra, eh malah m...

Baca selengkapnya →