“Raya, aku punya sesuatu untukmu,” ujar pria berwajah oriental, mengenakan kemeja biru langit dengan salur-salur putih di sampingku. Aku menatap pria bernama Vier yang baru kukenal dua minggu lalu itu penuh tanya.
“Tara!” Pria itu mengeluarkan sesuatu dari balik punggungnya.
Aku mengernyit. “Kaktus?”
Pot kecil berisi tanaman kaktus dihiasi pita berwarna merah. Sungguh aneh. Rata-rata pria selalu memberi bunga mawar merah untuk menarik perhatian. Dia malah memberiku kaktus.
“Kaktus ini bukan sembarang kaktus, Raya. Ini kaktus langka. Bunganya juga wangi dan cantik,” jelas Vier semringah. “Sebenarnya ini bukan kaktus, tetapi bunga kadupul yang masih satu keluarga dengan kaktus.”
“Apa kuncup-kuncup ini bunganya?”
“Betul sekali. Bunga ini bera...