1: Hari Ketika Kursi Itu Kosong
Panggilan itu datang pukul sembilan lewat tiga belas menit.
Tulmok tahu jam itu terlalu rapi untuk kabar baik.
Ruang HRD tidak berubah sejak sepuluh tahun lalu. Dinding krem, meja kayu mengilap, dan jam dinding yang berdetak terlalu keras untuk ruangan sekecil itu. Di seberang meja, Rina—perempuan muda dengan blazer abu-abu—tersenyum tipis. Senyum yang sudah dilatih untuk terdengar manusiawi.
“Mas Tulmok… terim...