Ceker Ayam Favorit Ibu

Oleh: Dara Kirana

Setiap kali kami makan ayam, ibu selalu melakukan hal yang sama. Tangannya yang paling cepat bergerak mengambil bagian kaki, sayap, atau leher. Bagian-bagian yang minim daging, penuh tulang, dan sering dianggap remeh.

“Ceker buat ibu,” katanya ringan, sambil tersenyum. Ia membolak-balik lauk dengan sendok mencari bagiannya.

Ia mengunyah, rahangnya tampak bekerja keras. “Enak sekali, bumbunya sangat terasa,” katanya.

Aku dan adikku tak perna...

Baca selengkapnya →