Lula berjalan menelusuri ruangan kerjanya dengan semangat yang sama, seperti hari-hari sebelumnya. Langkah kakinya tegak, senyum lepas, menyapa siapa saja yang berpapasan dengannya, matanya memandang penuh percaya diri. Dia tetap bahagia bekerja sebagai honorer, walaupun pikirannya dipenuhi pertanyaan, kapan dia bisa menjadi bagian dari kantor ini sebagai aparatur yang sah. Memiliki hak yang sama seperti rekan kerja lainnya.
Honorer seperti dirin...