Cermin Pengulang Takdir

Oleh: Adnan Fadhil

Hidupku merana. Aku sebatang kara, tak punya harta benda, bahkan pekerjaan untuk sekadar memenuhi kebutuhan dasar. Baru saja aku didepak dari toko bangunan tempatku akhirnya mendapat pekerjaan setelah hampir satu bulan menganggur. Padahal, belum sampai seminggu sejak aku mulai menggantung hidup dari sana.

Berbekal tas kecil berisi uang sisa dua puluh ribu Rupiah dan ponsel berlayar retak, aku menyusuri jalanan pinggir kota. Pikiranku kosong. Semangat hidupku kian meredup seiring langkah yang semakin berat dan gontai.

Sudah lebih dari setahun aku hidup menderita begini. Sekitar enam bulan lalu, istriku kabur. Anak kami yang belum genap dua tahun dia bawa serta. Katanya, dia sudah tak sanggup hidup dengan pecundang yang tak bisa memberi nafkah. Aku tak dapat menyanggah. Kuakui bahwa aku ...

Baca selengkapnya →