Namanya Rian. Pertama kali aku melihatnya di kantin gedung sebelah, dunia seakan melambat. Dia berjalan masuk dengan gaya slow motion. Rambutnya gondrong tanggung ala fuckboy Jakarta Selatan, kemeja flanelnya dibuka kancing atasnya memperlihatkan kaos dalam putih (yang agak kuning di leher), dan di tangannya ada kunci motor yang diputar-putar dengan arogansi tingkat dewa.
Dia memesan kopi dengan suara bariton yang berat: "Kopi item, gak pake gula....