Cinta yang Menenggelamkan

Oleh: Aralya Seraquin

"Dua tiket untuk film 'Hati yang Terbelah'. Um, kursinya ... di baris D. Hari, menurutmu bagaimana?"

Matahari masih menunduk membaca novel di ponselnya. Meskipun begitu, ia tetap menjawab pertanyaan Lilia. "Aku tidak masalah di mana pun. Asalkan bukan kursi paling belakang," ucapnya ringan.

Mendengar ini, Lilia mengangguk senang. Ia berbalik pada petugas loket. "Iya, baris D saja. Kami duduk di kursi D7 dan D8."

Matahari berhenti membaca. Ia mendongak dan melihat Lilia baru saja membayar tiket. Ia menipiskan bibirnya dan memasukkan ponselnya ke kantung celananya. Matahari kemudian mendekati Lilia.

"Aku mau beli makanan camilan disini. Kau mau kubelikan apa?"

Lilia mengerutkan keningnya. Jari telunjuknya mengetuk-ngetuk dagunya. Ia kemudian melirik Matahari. "Er ... Aku cukup teh dan kentang goreng saja. Oh, cukup kentang goreng. Tidak perlu ditambahkan yang lain."

Matahari mengangguk. Ia berjalan cukup cepat menuju tempat pembelian makanan di bioskop. Melihat antrian yang pendek, Matahari bernapas lega. Ini berarti ia tidak perlu lama berdiri. Sebagai warga yang patuh aturan, Matahari pun bediri di antrian sama seperti yang...

Baca selengkapnya →