Cuma Kamu

Oleh: Amrullah Ibrahim

Matahari sore perlahan meredup, menyisakan bias jingga keemasan yang menembus kaca jendela kamar loteng rumah tua milik kakek mereka. Rumah itu menyimpan ribuan memori, berdiri megah namun menyimpan keheningan di antara deretan pohon pinus yang menjulang tinggi di lereng bukit. Di situlah Arkan dan Samaira sering menghabiskan waktu bersama sejak kecil—berbagi cerita, rahasia, hingga tawa yang menggema di balik dinding kayu berderit.

Namun, seiring waktu berjalan, tatapan mata di antara mereka berubah. ...

Baca selengkapnya →