Customer Service untuk Doa yang Tertunda

Oleh: Prasetya Catur Nugraha

Selamat Datang di Divisi Retur Takdir

"Nomor antrean sembilan ratus sembilan puluh sembilan ribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan! Silakan menuju loket empat!"

Suara itu melengking, bukan lewat pelantang suara merek China yang sering krak-krok di kantor kelurahan, melainkan bergaung langsung di dalam tempurung kepalaku. Aku mengerjap. Di depanku, seorang pria berseragam kemeja biru muda dengan id-card berkilau sedang sibuk memelototi monito...

Baca selengkapnya →