“Sialan, aku telat!”
Umpatan itu meluncur begitu saja saat layar ponselku menampilkan pukul 08.10. Aku bangkit setengah melompat dari kasur, begitu layar ponselku memantulkan angka 08.10 dengan kejam, seolah sengaja mengejek kepanikan yang baru saja bangkit bersamaku.
Kamarku berantakan dalam cara yang khas: tumpukan buku di sudut meja, pakaian setengah dilipat di kursi, dan selembar kertas berisi daftar perusahaan yang sudah kukirimi lamaran, ...