Karin mati-matian menahan kantuk di pagi itu, di pagi akhir pekan yang seharusnya ia sedang tidur sepuasnya tanpa khawatir terlambat kerja. Namun Meta, rekan sekantornya terus menerus meneleponnya dan membawa kabar buruk.
Ia terbangun seketika bak disiram air saat tidur oleh ibunya dahulu kala begitu mendengar kabar bahwa Pak Halim, Presiden Direktur mereka, telah meninggal dunia.
Ketika Karin dan Metta tiba di rumah duka, antrian para pelayat yang akan mengucapkan belasungkawa sudah cukup panjang. Melihat itu, Karin menguap semakin besa...