Ada masa dalam hidup seseorang ketika kenyataan dan pikiran mulai bercampur seperti kabut yang turun perlahan di pagi hari.
Itulah yang dirasakan oleh seorang laki-laki bernama Imran Lazuardi. Tidak ada yang benar-benar aneh di hidupnya jika dilihat dari luar. Ia masih bekerja. Dirinya juga masih bisa bercanda dengan teman-temannya. Kadang ia kepergok, masih menonton film dan membaca berita hiburan seperti orang lain.
Namun di dalam kepalanya, ada satu nama yang sering muncul seperti gema yang tidak mau hilang. Seorang perempuan yang dalam cerita ini akan kita sebut sebagai Gina Alvaris. Sebut saja seperti itu.
Lucu juga, dengan caraku menulis fiksi dari hari ke hari. Seperti sedang menuliskan kisah-kisah saru saja.
💖
Segalanya dimulai sekitar dua atau tiga tahun lalu. Tepa...