DI RANTAU, AKU MASIH AYAHMU

Oleh: Prasetya

“DI RANTAU, AKU MASIH AYAHMU”

Karya: Prasetya

Puisi Pembuka :

“Di Antara Dua Nama yang Tak Pernah Padam”

Di kejauhan, angin memetik namamu,

menggugurkan rindu yang kupelihara dalam dada.

Dua nama tumbuh bagai pohon di musim kering—

tetap hijau meski hujan tak kunjung tiba.

Wahai anak-anakku,

kalian adalah dua cahaya yang kusebut dalam sujud,

dua sungai yang mengalirkan hidupku

walau aku kini hanya mata air

yang terpisah lembah dan bukit.

Jika kerin...

Baca selengkapnya →