DI RANTAU, AKU MASIH AYAHMU

Oleh: Dedy Prasetya Putra

“DI RANTAU, AKU MASIH AYAHMU”

Karya: Prasetya

Puisi Pembuka :

“Di Antara Dua Nama yang Tak Pernah Padam”

Di kejauhan, angin memetik namamu,

menggugurkan rindu yang kupelihara dalam dada.

Dua nama tumbuh bagai pohon di musim kering—

tetap hijau meski hujan tak kunjung tiba.

Wahai anak-anakku,

kalian adalah dua cahaya yang kusebut dalam sujud,

dua sungai yang mengalirkan hidupku

walau aku kini hanya mata air

yang terpisah lembah dan bukit.

Jika kerinduan punya sayap,

maka ia telah terbang melintasi kota, batas, waktu, dan usia.

Namun jika kerinduan adalah luka—

biarkanlah aku memeluknya selamanya.

 

 

Angin yang Membawa Nama

Setiap pagi di kota rantau, sebelum matahari menampakkan wajahnya, Raka Iswara selalu terjaga lebih cepat dari jam weker yang ia setel. B...

Baca selengkapnya →