Sering kali aku mendengar orang-orang bilang bahwa sesungguhnya Tuhan akan berlaku selayaknya prasangka hambanya. Lantas aku berhenti berdoa supaya Tuhan membenciku. “Ini caraku berprasangka baik padanya!” kataku. “Kalian orang-orang suci mana paham tentang pendosa sepertiku. Jemput saja surgamu! Tak usah pedulikan caraku mencintai Tuhan.”
Aku berujar demikian ketika meninggalkan masjid untuk yang terakhir kalinya. Sejak saat itu tiap kali...