Dia dan Kesempurnaan

Oleh: Sapphire

“Kita putus, ya!”

Satu ucapan emosional dariku yang berhasil membuat Haris menatap kebingungan.

“Kenapa?” tanyanya sambil berusaha mendekatkan dirinya padaku. Tangannya menggenggamku lebih erat dari sebelumnya, seolah menekankan pentingnya kalimat yang baru saja aku layangkan.

“Udah waktunya kita putus,” kataku datar.

“Waktu apa?” Raut mukanya sangat jelas menunjukkan ketidakterimaan, “bahkan kita nggak punya masalah sebelumnya.”

..

Baca selengkapnya →